Kepulauan Seribu

Print PDF

LATAR BELAKANG TERBENTUKNYA KABUPATEN ADMINISTRASI KEPULAUAN SERIBU


  1. Peran dan kedudukan Jakarta sebagai Ibukota Negara, mengharuskan Jakarta memerankan dirinya selain pada tingkat lokal dan nasional juga sebagai salah satu kota yang bertaraf Internasional.
  2. Sejarah menunjukkan bahwa kota Jakarta tumbuh dan berkembang menjadi kota multifungsi (pusat pemerintahan, pintu gerbang NKRI, pusat perdagangan, pusat pelayanan jasa dan tujuan pariwisata).
  3. Kecamatan Kepulauan Seribu sesuai amanat Bab IX (Ketentuan Peralihan) Pasal 32 UU No. 34/1999 dan PP No. 55/2001 ditingkatkan statusnya menjadi Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu.


KONDISI EXISTING KEPULAUAN SERIBU


A.  ASPEK GEOGRAFIS

  1. Terdiri dari 2 kecamatan, 6 kelurahan, 24 RW dan 119 RT.
  2. Lokasi terbentang dari kawasan teluk Jakarta sampai Pulau Sebira.
  3. Dilalui jalur pelayaran kapal-kapal besar (nasional dan internasional)
  4. Merupakan muara sungai (daerah belakang) dari daerah-daerah di bagian Selatannya.
  5. Aksesibilitas relatif masih rendah (hanya mengandalkan angkutan laut).
  6. Batas administrasi:
  • Utara        :  Laut Jawa;
  • Timur       :  Laut Jawa;
  • Selatan     :  Wilayah Kotamadya Jakarta Utara, Provinsi Banten, Provinsi Jawa Barat;
  • Barat        :  Wilayah Provinsi Lampung dan Laut Jawa.

 

B.  ASPEK FISIK

  1. Memiliki 110 pulau (termasuk kosong dan karang) dengan estetika alamiah yang tinggi yang berpotensi sebagai lokasi wisata dengan luas + 864,59 HA.
  2. Luas lautan 6.997,50 KM2.
  3. Peruntukan Pulau, terdiri dari:
  • Pemukiman (11 pulau), dimana pulau pemukiman terluas adalah Pulau Tidung (50,13 Ha) dan  pulau pemukiman terkecil adalah Pulau Kelapa Dua (1,9 Ha)
  • Rekreasi & Pariwisata (45 pulau)
  • PHU Penghijauan (26 pulau)
  • Cagar alam (17 pulau)
  • Cagar budaya (3 pulau)
  • PHB/peruntukan khusus (4 pulau)
  • Pulau yang tenggelam (6 pulau): P. Dapur, P. Ayer Kecil/Nusi, P.Nyamuk Besar, P. Nyamuk Kecil/Talak, P. Ubi Kecil, dan P. Ubi Besar.

 

KOMPOSISI PULAU


  1. Mempunyai Luas < 5 Ha (45,5%)
  2. Mempunyai Luas 5-10 Ha (24,5%)
  3. Mempunyai Luas > 10 Ha (30%.)
  4. Memiliki Taman Laut Nasional seluas 107.489 Ha, yang terdiri dari:
  5. Kawasan perairan sampai dengan pasang tertinggi dan 2 wilayah daratan(P.PENJALIRAN TIMUR dan P.PENJALIRAN BARAT)
  6. Memiliki 4 zona kawasan, yaitu:
  7. Zona Inti (4.449 Ha)
  8. Zona Perlindungan(26.284,50 Ha)
  9. Zona Pemanfaatan Wisata (59.634,50 Ha)
  10. Zona Pemukiman (17.121 Ha)
  11. Terdapat fasilitas air strip di P.PANJANG BESAR yang belum dimanfaatkan

 

C.  ASPEK EKONOMI

  1. Terdapat 9 pulau wisata umum dan 36 pulau dengan peruntukan pariwisata yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai tempat wisata umum.
  2. Terdapat 4 pulau dengan bangunan bersejarah(P.ONRUST, P.BIDADARI, P.CIPIR dan P.KELOR).
  3. Dua pulau cagar alam (P.RAMBUT dan P.BOKOR).
  4. Terdapat kawasan-kawasan untuk budidaya laut skala besar (Ikan, Rumput laut, Kerang-kerangan, dsb).
  5. Terdapat kegiatan pertanian produktif (Pohon Sukun) dan hasil laut potensial yang belum dikelola secara profesional yang belum dikelola secara profesional.
  6. Terdapat penambangan Minyak dan Gas, dengan potensi kandungan minyak + 500 juta barrel dan gas 1.767 Milyar barrel.
  7. Terdapat potrensi kandungan pasir sebesar 4,3 Milyar M3.

 

D.  ASPEK SOSIAL BUDAYA

  1. Jumlah Penduduk + 22.705 Jiwa
  2. Bercirikan masyarakat pesisir yang memiliki tradisi saling menolong dan ikatan kekerabatan yang sangat kuat.
  3. Tingkat pendidikan rata-rata kepala keluarga rendah (81% Pendidikan Dasar).
  4. Ketergantungan nelayan terhadap alam cukup tinggi.
  5. Pertumbuhan penduduk rata-rata 3,5%/tahun.
  6. Kepadatan penduduk di beberapa pulau pemukiman sudah melebihi daya dukung pulau: P.PANGGANG (400 Jiwa/Ha), P.KELAPA dan P.HARAPAN (350 Jiwa/Ha)
  7. Kesadaran masyarakat terhadap kesehatan lingkungan relatif rendah.

 

 

POTENSI MASA DEPAN PEREKONOMIAN WILAYAH KEPULAUAN SERIBU


  1. Pariwisata Bahari
  2. Budidaya Laut

 


POTENSI SDA


  1. Pulau-pulau karang yang sangat kecil dgn kapasitas dan daya dukung relatif kecil tetapi memiliki keindahan alam yang bagus.
  2. Perairan laut yang masih bersih dan habitat terumbu karang di sekitar Taman Nasional Laut Kep. Seribu.
  3. Di sekeliling pulau-pulau kecil, banyak yg memiliki kawasan perairan laut dangkal (reef flat) yang sangat luas (4.027,45 Ha) potensial untuk budidaya laut (rumput laut, ikan keramba, dsb).

 

KENDALA ALAM


  1. Populasi ikan sudah menurun (over fishing) dan masalah pencemaran tumpahan minyak dan pencemaran limbah dan sampah dari daratan Jakarta.
  2. Pengaruh musim (pada musim angin barat, nelayan tidak bisa melaut).